Artikel PWGT

Berawal dari keprihatinan akan banyaknya anak-anak dengan kecatatan atau difabel yang tidak mendapat perhatian dan dukungan yang diperlukan baik dari keluarga, masyarakat dan bahkan pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab dalam hal ini. Maka dari itu Pengurus Pusat Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PP.PWGT) membuka sebuah program khusus yang dinamakan “Rehabilitasi Bersumber daya Masyarakat (RBM)”.

Program ini bertujuan memberdayakan anak-anak dengan Kecatatan atau Difabel agar sedapat mungkin hidup mandiri, memberdayakan orang tua/keluarga dan masyarakat agar dapat mendampingi dan mendukung difabel menuju kemandiriannya

Saat ini, program RBM bukan saja melayani di sekitar Rantepao dan Makale tetapi sudah berkembang ke pelosok Toraja seperti di Sa’dan, Sangalla’, Mengkendek bahkan sampai ke Awan dan Buakayu.

Jumlah anak binaan yang telah dilayani selama kurang lebih 25 tahun ini telah mencapai sebanyak 602 anak dengan berbagai jenis kecacatan. Anak-anak tersebut dilayani oleh 29 orang staf yang sudah mengikuti berbagai pelatihan baik lokal maupun di luar daerah Toraja di berbagai bidang kompetensi yang dibutuhkan untuk melatih anak-anak.

Permintaan pelayanan dari desa-desa dan jemaat terus berdatangan tetapi karena keterbatasan sumber daya dan dana maka permintaan tersebut belum bisa terlayani secara maksimal.

Oleh karenanya dibutuhkan peran serta dan dukungan semua pihak dalam melaksanakan program ini agar dapat terlaksana secara terus-menerus untuk memberdayakan anak-anak dengan Kecacatan atau Difabel, ungkap Milka Sarungallo selaku koordinator RBM.

Kategori Artikel